Happines StudentsBelajar sesungguhnya merupakan hal yang tidak sulit , kita hanya tinggal duduk mengulang untuk membaca atau mengerjakan latihan soal. Tetapi keadaan dalam diri kita yang mendorong untuk malas belajar. Di pedesaan atau daerah yang terbilang terpencil semuanya ingin belajar dari mulai anak balita , kecil , remaja , bahkan sampai yang sudah berusia 30 tahun ingin belajar. Mereka ingin selangkah lebih maju dan tidak ingin terus dibodohi oleh oknum yang pandai mengambil kesempatan dari kekurangan mereka.

Saat ini saya berada disebuah desa kecil yang bernama Dey Thmey , desa ini sangat kecil mungkin penduduk disini hanya sekitar beberapa ribu orang saja , dan pra sarana disini sangatlah terbatas bahkan tempat beribadah seperti kuil , vihara , Gereja , atau Masjid jarang dijumpai disini. Saya merasa sangat beruntung bisa berkunjung ke desa kecil ini karena saya mendapat beberapa makna dan banyak pelajaran dari apa yang dinamakan bersyukur dan menghargai , yang sangat jauh dari perbuatan saya sehari-hari.

Ini menjadi sebuah pembelajaran bagi saya bagaimana saya harus menyikapi setiap pemberian dan anugrah yang saya terima , saya memang orang yang memiliki sifat kurang baik tetapi dari kekurangan mereka yang saya nilai adalah sebuah kelebihan. Terus terang saya sangat membenci sekolah mengapa demikian? , tentu saja lantaran saya lebih senang menghabiskan waktu untuk diri saya sendiri ketimbang menghabiskan waktu berjam-jam di sekolah (saat masih menjadi pelajar dahulu).

Tetapi saya mengubah pandangan bodoh saya setelah saya bertemu dengan adik-adik yang sangat lucu dan bersemangat ini , mereka berkata dengan bahasa mereka melalui guru mereka yang menerjemahkan langsung kepada saya bahwa mereka sangat senang dan selalu menantikan hari untuk bersekolah karena menurut mereka bertemu teman , dan belajar bersama-sama adalah waktu emas yang berharga ketimbang apa yang saya sukai berdiam diri di rumah dan tidur.

Mendengar itu saya menjadi malu sendiri dan saya menyesal mengapa saya tidak bersekolah dengan sungguh-sungguh waktu itu , waktu memang sangat cepat berlalu mereka punya banyak kenangan yang berharga bersama teman-teman mereka , tetapi saya tidak punya banyak bahkan di hari perpisahan sekolah saya tidak datang , sungguh sikap yang sangat egois.

Saya bisa belajar bagaimana adanya banyak toleransi diantara mereka satu sama lain , adanya komunikasi , adanya pengerian antara sesama teman-teman , yang jarang saya lakukan di masa lampau. Meskipun mereka masih kanak-kanak tetapi saya tidak ragu untuk mengakui mereka sebagai salah satu orang yang mengajari saya bagaimana indahnya hidup dan saya berharap suatu saat bisa kembali bertemu mereka disaat usia mereka sudah remaja dan saya harap mereka masih mengingat saya

By: Pathoey

Advertisements

About pathoey

This website describes all forms of love for the natural beauty and share a meaningful picture about nature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s