Me with Bapak BudiUdara segar masih teringat menyertai langkah kecilku menuju sekolah untuk membina ilmu. Sebuah roti yang aku genggam dan uang saku 10,000 rupiah masih terkenang dan selalu segar menjadi penyemangat dalam langkahku sambil membina ilmu. Tujuan yang sesungguhnya bukanlah soal mendapat uang jajan saja , tetapi untuk menerima setiap apa yang diberikan oleh bapak ibu guru tercinta yang saat ini masih terkenang jelas dalam benak saya , sebuah pelajaran yang berharga yang terus ada di memori saya hingga hari ini saya bernafas.

Rasanya seperti hari kemarin , saya masih mengenakan seragam hijau dan celana panjang biru yang selalu menjadi ciri khas sekolah saya pada kala itu. Tak pernah padam memori-memori indah saya di bangku sekolah bersama para Bapak dan Ibu guru yang saya kagumi dan saya hormati saya sampai saat ini. Jujur saya masih mengingat beberapa kejadian dan momen entah itu momen saat sedang bercanda bersama bapak ibu guru ataupun saat sedang diberikan nasihat , itu sebuah pembelajaran yang sangat penting dan selalu menjadi pedoman dan acuan yang saya bawa hingga hari ini.

girls AK3 , me and Pak Bari
Jasa-jasanya yang mendidik terkadang membuatku tersentuh , saya menyesal mengapa pada saat saya bersekolah ada sejumlah hal yang tidak saya ikuti dengan baik , atau lebih tepatnya hanya dijadikan rutinitas saja. “Mind Set” yang salah dalam diri saya yang dahulu memang cenderung membuat saya terkadang tidak sungguh-sungguh dalam membina ilmu , ternyata perkataan dari salah seorang Guru yang pernah mengatakan “Kelak kamu harus bersungguh-sungguh dalam bersekolah menjadi kenyataan.” Ada beberapa pembelajaran yang penting dibawa ke dunia kerja dan sampai saat ini saya sesali mengapa dulu tidak saya tekuni dengan saksama.

Kesan dan pesan seseorang yang lebih memiliki pengalaman hidup di atas kita agaknya harus dijadikan sebuah amanat penting darinya. Saat saya masih duduk dibangku kelas dua smk , saya masih terngiang di benak seorang guru yang memperhatikan tanda tangan saya , dia mengatakan “nak henaklah kamu mengukir sebuah tanda tangan yang menjadi kamu sendiri dan original kamu.” Sejak saat ini bila saya bertemu kembali dengannya saya ingin berterima kasih karena berkat masukan yang dia berikan saya mendapat apa yang sesungguhnya memang penting saya dapat.

Sungguh teramat bersyukur memiliki guru-guru yang “Amazing” dan banyak memberikan pembelajaran penting dalam hidup saya hingga hari ini , sampai saat ini saya tidak akan pernah melupakan jasa-jasa kalian semua yang menjadi pelipur langkahku dalam hidupku , aku selalu berdoa untuk kegembiraan , kesehatan , dan keselamatan Bapak Ibu guruku yang terhormat.

263748_3547911435318_1551870342_n“Selamat Siang Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati , sebelumnya saya ingin memberikan penghormatan kepada semuanya , beribu ucapan terima kasih pun tidak sanggup untuk menggambarkan pentingnya peran kalian dalam hidup saya , saya hanya ingin mendoakan yang terbaik buat kalian semua , di hari guru yang saya rasa menjadi momen special dan tepat untuk mengucapkan rasa terima kasihku , Tuhan selalu bersertamu dan menyertai kehidupan , kegembiraan , kesehatan , dan hati Bapak Ibu Guruku tercinta.” – Path Oey

By: Path Oey

Advertisements

About pathoey

This website describes all forms of love for the natural beauty and share a meaningful picture about nature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s